spot_img

TERKINI

SIADI BPKA Digitalisasi Arsip SAMSAT Aceh Tengah, 179 Ribu Berkas Berhasil Diarsipkan

Digitalisasi pelayanan publik terus menjadi prioritas Pemerintah Aceh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan akuntabel. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui inovasi SIADI (Sistem Informasi Arsip Digital SAMSAT) yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) untuk mengelola arsip pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor secara digital dan terintegrasi.

Selama ini, pengelolaan arsip di lingkungan SAMSAT masih didominasi oleh sistem manual berbasis dokumen fisik. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai kendala, mulai dari lambatnya proses pencarian berkas, tingginya risiko kehilangan maupun kerusakan dokumen, hingga sulitnya melakukan pengawasan terhadap volume arsip di setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pajak Aceh.

Melalui SIADI, seluruh proses pengarsipan kini dilakukan secara elektronik berbasis web sehingga pencatatan, penyimpanan, pencarian, hingga pelaporan arsip dapat dilakukan lebih cepat, aman, dan terdokumentasi secara terpusat. Aplikasi ini dapat diakses oleh seluruh UPTD SAMSAT di Aceh dengan sistem hak akses berjenjang bagi Superadmin, Admin, dan Petugas.

Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi Semester I Tahun 2026, implementasi SIADI menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga akhir periode pemantauan, sebanyak 17 UPTD SAMSAT telah terhubung dengan sistem, didukung oleh 27 akun admin dan 56 akun petugas yang aktif mengelola arsip digital. Sementara itu, jumlah arsip yang telah berhasil didigitalisasi mencapai 179.601 berkas, menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan aplikasi dalam mendukung administrasi pelayanan pajak kendaraan bermotor di Aceh.

Tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan digital, SIADI juga dilengkapi berbagai fitur pendukung seperti dashboard statistik secara real-time, menu pencarian arsip berdasarkan nomor polisi maupun identitas pemilik kendaraan, pengelolaan lokasi rak penyimpanan fisik, hingga fasilitas pencetakan laporan berdasarkan periode tertentu. Dari sisi keamanan, aplikasi juga menerapkan verifikasi Captcha pada halaman masuk untuk meminimalkan risiko akses tidak sah terhadap sistem.

Data monitoring juga memperlihatkan bahwa beberapa UPTD telah memanfaatkan SIADI secara optimal. UPTD SAMSAT Takengon menjadi unit dengan jumlah arsip digital terbanyak, disusul Lhokseumawe, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di bidang pengelolaan arsip telah memberikan dampak nyata terhadap efisiensi administrasi pelayanan.

Meski demikian, hasil evaluasi juga mencatat masih terdapat sejumlah UPTD yang belum melakukan input arsip ke dalam sistem. Kondisi tersebut menjadi perhatian BPKA untuk mempercepat pemerataan implementasi SIADI melalui pendampingan teknis, pelatihan petugas, serta penguatan koordinasi dengan seluruh UPTD SAMSAT di Aceh.

Selain itu, pengembangan aplikasi juga akan terus dilakukan, antara lain melalui penyempurnaan sinkronisasi data antarinstansi dan penambahan fitur pelaporan pendapatan bulanan maupun semesteran agar mampu mendukung proses monitoring dan pengambilan keputusan secara lebih komprehensif.

Kehadiran SIADI menjadi bukti bahwa inovasi digital tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Dengan sistem pengarsipan yang lebih cepat, akurat, dan transparan, pelayanan administrasi Pajak Kendaraan Bermotor di Aceh diharapkan semakin efisien sekaligus mampu mendukung terwujudnya birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Ke depan, BPKA menargetkan implementasi SIADI dapat diterapkan secara merata pada seluruh UPTD SAMSAT di Aceh sehingga digitalisasi arsip benar-benar menjadi standar baru dalam pengelolaan dokumen pelayanan publik yang profesional, aman, dan berkelanjutan.

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

POPULAR