RAMPAGOE.NEWS. Johor Bahru, Malaysia – 8 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan budaya mutu melalui kegiatan benchmarking yang dilaksanakan oleh Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FEBI Dr. Evriyenni, S.E., M.Si., CTT., CATr., CCSM ke Kolej University Islam Johor Sultan Ibrahim (KUISJI) Johor Bahru, Malaysia, pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi. Benchmarking menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik, pelayanan, serta daya saing institusi di tingkat internasional.
Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas berbagai aspek penjaminan mutu perguruan tinggi, mulai dari persepsi dan paradigma mutu sebagai budaya organisasi, implementasi sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan, hingga peran aktif seluruh sivitas akademika dalam mendukung peningkatan kualitas institusi. Penjaminan mutu dipandang tidak hanya sebagai pemenuhan standar, tetapi juga sebagai proses perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) yang menjadi fondasi pengembangan perguruan tinggi.
Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada pelaksanaan audit mutu internal sebagai instrumen evaluasi untuk memastikan ketercapaian standar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan. ketua Tim KUISJI, Puan Noriza binti Ahmad memaparkan mekanisme perencanaan audit, pelaksanaan audit berbasis bukti (evidence-based audit), tindak lanjut hasil audit, hingga strategi monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis guna mendorong peningkatan kinerja setiap unit kerja.
Pertemuan ini juga mengulas penyusunan indikator kinerja, pengelolaan dokumen mutu, manajemen risiko, penguatan budaya mutu, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses monitoring dan evaluasi, serta sinergi antara penjaminan mutu dengan pencapaian visi, misi, dan target strategis perguruan tinggi.
Ibu Evriyenni menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh dari KUISJI akan menjadi referensi berharga dalam memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan FEBI. Berbagai praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan institusi untuk mendukung peningkatan kualitas akademik, tata kelola, dan layanan pendidikan.
Melalui kegiatan benchmarking ini, FEBI UIN Ar-Raniry Banda Aceh semakin menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendukung pencapaian standar pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.











