RAMPAGOE.NEWS. Banda Aceh – Komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui pelantikan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, resmi melantik Reza Ferdian sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh dalam prosesi pelantikan pejabat eselon II yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh.
Pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rotasi birokrasi, tetapi merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Aceh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat, memperkuat kelembagaan koperasi, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Aceh.
Reza Ferdian datang dengan bekal pengalaman yang kuat di bidang perencanaan pembangunan. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Koperasi dan UKM Aceh, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Sumber Daya Alam pada Bappeda Aceh. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menyusun kebijakan yang terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil dalam pengembangan koperasi serta pemberdayaan UMKM.
Penunjukan Reza Ferdian juga dipandang sejalan dengan arah pembangunan ekonomi yang diusung pemerintahan Mualem–Dek Fadh, yakni memperkuat sektor produktif masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta membangun kemandirian ekonomi dari tingkat gampong hingga perkotaan.
Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin dinamis, sektor koperasi dan UMKM menjadi salah satu tumpuan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, kehadiran kepemimpinan baru di Dinas Koperasi dan UKM Aceh diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan terobosan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Momentum ini juga menjadi sangat strategis karena beriringan dengan implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program nasional yang mendorong revitalisasi koperasi desa dan kelurahan menjadi pusat aktivitas ekonomi modern, profesional, dan produktif. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pemasaran, dan pengembangan usaha.
Pemerintah Aceh menaruh harapan besar agar sektor koperasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mampu mengelola potensi lokal, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat rantai ekonomi daerah.
Dengan kombinasi kepemimpinan yang kuat dari Pemerintah Aceh serta pengalaman teknokratis yang dimiliki Reza Ferdian, langkah transformasi koperasi dan UMKM di Aceh diyakini akan semakin terarah. Pemerintah Aceh berharap lahir ekosistem ekonomi rakyat yang lebih inklusif, berdaya saing, dan mampu menjadi mesin pertumbuhan baru yang menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Pelantikan ini sekaligus menandai babak baru penguatan ekonomi kerakyatan di Aceh, di mana koperasi dan UMKM diposisikan sebagai ujung tombak pembangunan daerah menuju Aceh yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.


















