spot_img

TERKINI

Gerindra Tegaskan Rapor Oke Pemerintahan Presiden Prabowo Bukan Klaim Sepihak

JAKARTA, RAMPAGOE.news – Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa penilaian positif atau rapor “oke” yang diberikan Presiden Prabowo Subianto terhadap dua tahun masa pemerintahannya bukanlah sebuah klaim sepihak. Pernyataan tersebut disampaikan guna merespons berbagai tanggapan publik terkait capaian kinerja pemerintah selama masa kepemimpinan berjalan. Sugiat menyebutkan bahwa evaluasi ini didasarkan pada indikator-indikator riil di lapangan serta didukung oleh data publik yang objektif. Kebijakan-kebijakan strategis yang telah dijalankan dinilai berhasil membawa stabilitas yang nyata bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, Gerindra memandang apresiasi tersebut sebagai refleksi dari pencapaian yang terukur, bukan sekadar opini internal pemerintah saja.

Lebih lanjut, Sugiat menjelaskan bahwa penilaian tersebut sangat sejalan dengan persepsi masyarakat yang terekam dalam hasil survei lembaga independen terbaru. Salah satunya adalah hasil riset dari Indonesia Political Opinion (IPO) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo mencapai angka 63 persen. Angka kepuasan yang cukup tinggi ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah sudah berada di jalur yang benar atau on the right track. Hasil survei tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa klaim keberhasilan pemerintah hanya bersumber dari internal lingkaran kekuasaan semata. Kepercayaan publik yang terjaga dengan baik ini menjadi modal penting bagi jalannya roda pemerintahan ke depan.

Dalam pemaparannya pada Minggu, (09/08/2026), Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI tersebut juga menyoroti kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. Di tengah gejolak perekonomian global yang tidak menentu dan memaksa banyak negara menaikkan harga energi, Indonesia dinilai mampu mengambil langkah antisipatif yang tepat. Pemerintah memilih untuk tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat golongan menengah ke bawah. Langkah ini juga dinilai sangat efektif dalam menekan potensi lonjakan inflasi yang berisiko mengganggu stabilitas pasar nasional. Kebijakan subsidi energi ini dipandang sebagai salah satu keputusan krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan harian rakyat banyak.

Selain sektor energi, catatan positif lain yang diungkapkan oleh Gerindra menyangkut sektor pengelolaan investasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sugiat mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara yang tercatat menunjukkan peningkatan performa finansial secara signifikan hingga mencapai 300 sampai 400 persen. Lonjakan performa ini diklaim sebagai bukti konkret komitmen Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola lembaga keuangan negara. Penataan yang lebih ketat dan profesional di tubuh Danantara diharapkan mampu mempersempit dan menutup celah kebocoran anggaran negara yang selama ini sering menjadi perhatian publik. Dengan demikian, modal dan aset milik negara dapat dioptimalisasikan secara maksimal untuk mendukung program-program pembangunan nasional.

Di sektor infrastruktur fisik, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo juga dilaporkan tidak hanya berfokus pada proyek-proyek megastruktur berskala besar yang membutuhkan waktu lama. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur mikro yang memiliki dampak langsung pada aktivitas perekonomian masyarakat di pedesaan. Berdasarkan laporan terkini, pemerintah telah berhasil membangun hampir 2.500 jembatan desa di berbagai wilayah pelosok di seluruh Indonesia. Pembangunan jembatan-jembatan ini dinilai sebagai langkah respons cepat untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar jalur distribusi hasil pertanian, serta menjamin keselamatan mobilitas anak-anak sekolah. Pendekatan pembangunan yang merata ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan kesejahteraan di wilayah terpencil.

Meskipun mengklaim banyak catatan keberhasilan, Sugiat menegaskan bahwa pihak pemerintah tidak akan bersikap jemawa dan tetap mengharapkan masukan dari berbagai pihak. Partai Gerindra menyatakan bahwa pemerintah akan selalu terbuka terhadap kritik konstruktif serta pengawasan ketat dari seluruh elemen masyarakat. Evaluasi dan kontrol sosial dari publik dinilai sangat esensial untuk menjaga agar semua program kerja prorakyat dapat terlaksana secara transparan dan tepat sasaran. Hal ini penting demi menjamin bahwa sisa masa jabatan pemerintahan dapat berjalan dengan efektif tanpa mengabaikan aspirasi publik. Sikap terbuka ini diharapkan mampu terus memupuk rasa saling percaya antara masyarakat dan pembuat kebijakan di tingkat pusat.

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

POPULAR