RAMPAGOE.NEWS. Provinsi Aceh tengah diselimuti duka mendalam menyusul kabar wafatnya mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Zaini Abdullah, pada Sabtu, 13 Juni 2026. Tokoh yang akrab disapa Abu Doto tersebut menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin atau RSUDZA Banda Aceh sekitar pukul 12.24 WIB. Sosoknya yang dikenal sebagai tokoh kunci perdamaian Aceh ini meninggalkan duka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat di Tanah Rencong.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan belasungkawa resmi atas kepergian almarhum di Banda Aceh. Nurlis menuturkan bahwa Pemerintah Aceh merasa sangat kehilangan salah satu putra terbaik daerah yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk tanah kelahirannya. Ia mendoakan agar Allah Subhanahu wata’ala memberikan rahmat serta ampunan kepada almarhum, sekaligus memberikan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam rekam jejaknya, Zaini Abdullah dikenal sebagai individu yang memiliki dedikasi tinggi, baik saat menjalankan tugas sebagai dokter maupun saat memegang kendali pemerintahan daerah. Semasa menjabat gubernur, almarhum dinilai memiliki peran vital dalam pembangunan daerah serta merawat fondasi perdamaian yang menjadi tiang utama kemajuan Aceh saat ini. Salah satu jejak pengabdian nyata yang hingga kini dirasakan manfaatnya adalah proyek pengembangan dan pemugaran Masjid Raya Baiturrahman.
Pemerintah Aceh secara khusus memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh jasa dan dedikasi yang telah ditorehkan Abu Doto sepanjang hayatnya. Masyarakat pun diajak untuk turut mendoakan agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Nurlis berharap agar segala bentuk pengabdian almarhum tercatat sebagai amal jariyah yang terus mengalir dan mendoakan agar beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah. Kepergian sosok pemimpin sekaligus tokoh perdamaian ini akan terus menjadi bagian penting dalam catatan sejarah perjalanan Aceh di masa depan.








