spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI

Rupiah Terjun Bebas ke Level Terlemah Sepanjang Sejarah, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis

RAMPAGOE.NEWS. Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terlemah dalam sejarah, setelah pada siang ini sempat menyentuh angka Rp17.508 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu perhatian serius pemerintah yang langsung mengumumkan rencana intervensi pasar obligasi mulai besok untuk menjaga stabilitas mata uang nasional. Langkah tersebut juga bertujuan mencegah keluarnya investor asing dari pasar keuangan domestik yang bisa memperburuk kondisi perekonomian.

Meskipun nilai tukar rupiah kini jauh melampaui asumsi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN masih dalam kondisi aman. “Kita terus memantau situasi ini, langkah-langkah mitigasi sudah disiapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Namun demikian, tekanan dari berbagai faktor global tetap menjadi tantangan bagi rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Beberapa di antaranya termasuk memudarnya harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, lonjakan harga minyak dunia, serta sentimen negatif yang dipengaruhi oleh indeks MSCI.

Pemerintah kini tengah berupaya keras untuk meredam dampak dari gejolak eksternal tersebut, dengan memastikan kebijakan yang tepat sasaran guna menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan. Sementara itu, para analis memperkirakan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan perkembangan kondisi geopolitik dan ekonomi dunia.

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

POPULAR

spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI

Rupiah Terjun Bebas ke Level Terlemah Sepanjang Sejarah, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis

RAMPAGOE.NEWS. Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terlemah dalam sejarah, setelah pada siang ini sempat menyentuh angka Rp17.508 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu perhatian serius pemerintah yang langsung mengumumkan rencana intervensi pasar obligasi mulai besok untuk menjaga stabilitas mata uang nasional. Langkah tersebut juga bertujuan mencegah keluarnya investor asing dari pasar keuangan domestik yang bisa memperburuk kondisi perekonomian.

Meskipun nilai tukar rupiah kini jauh melampaui asumsi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN masih dalam kondisi aman. “Kita terus memantau situasi ini, langkah-langkah mitigasi sudah disiapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Namun demikian, tekanan dari berbagai faktor global tetap menjadi tantangan bagi rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Beberapa di antaranya termasuk memudarnya harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, lonjakan harga minyak dunia, serta sentimen negatif yang dipengaruhi oleh indeks MSCI.

Pemerintah kini tengah berupaya keras untuk meredam dampak dari gejolak eksternal tersebut, dengan memastikan kebijakan yang tepat sasaran guna menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan. Sementara itu, para analis memperkirakan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan perkembangan kondisi geopolitik dan ekonomi dunia.

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

POPULAR

spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI

Rupiah Terjun Bebas ke Level Terlemah Sepanjang Sejarah, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis

RAMPAGOE.NEWS. Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terlemah dalam sejarah, setelah pada siang ini sempat menyentuh angka Rp17.508 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu perhatian serius pemerintah yang langsung mengumumkan rencana intervensi pasar obligasi mulai besok untuk menjaga stabilitas mata uang nasional. Langkah tersebut juga bertujuan mencegah keluarnya investor asing dari pasar keuangan domestik yang bisa memperburuk kondisi perekonomian.

Meskipun nilai tukar rupiah kini jauh melampaui asumsi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN masih dalam kondisi aman. “Kita terus memantau situasi ini, langkah-langkah mitigasi sudah disiapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Namun demikian, tekanan dari berbagai faktor global tetap menjadi tantangan bagi rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Beberapa di antaranya termasuk memudarnya harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, lonjakan harga minyak dunia, serta sentimen negatif yang dipengaruhi oleh indeks MSCI.

Pemerintah kini tengah berupaya keras untuk meredam dampak dari gejolak eksternal tersebut, dengan memastikan kebijakan yang tepat sasaran guna menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan. Sementara itu, para analis memperkirakan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan perkembangan kondisi geopolitik dan ekonomi dunia.

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

POPULAR