RAMPAGOE.NEWS. Banda Aceh. Arman mencatatkan sejarah sebagai putra Aceh pertama yang berhasil menembus seluruh tahapan seleksi calon anggota Komisi Informasi tingkat nasional. Kehadirannya dalam proses seleksi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh sekaligus mencerminkan semakin besarnya kontribusi daerah dalam menghadirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Dalam sesi pemaparan di hadapan Komisi I DPR RI, Arman mengangkat visi besar bertajuk **”Komisi Informasi Publik: Memperkokoh Persatuan Bangsa, Mengawal Demokrasi, Menjamin Hak Asasi.”** Gagasan tersebut menempatkan keterbukaan informasi publik sebagai fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang demokratis, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut Arman, keterbukaan informasi publik tidak boleh dipandang semata sebagai kewajiban administratif yang harus dipenuhi oleh badan publik. Lebih dari itu, keterbukaan informasi merupakan instrumen strategis yang mampu memperkuat kohesi sosial, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Ia menilai tantangan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini adalah memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan Komisi Informasi dinilai semakin penting dalam menjamin hak masyarakat atas informasi yang berkualitas.
*”Komisi Informasi harus hadir sebagai jembatan antara negara dan masyarakat. Keterbukaan informasi yang sehat akan melahirkan partisipasi publik yang berkualitas,”* ujar Arman dalam pemaparannya.
Arman juga menegaskan bahwa peningkatan partisipasi publik harus menjadi salah satu agenda prioritas Komisi Informasi Pusat pada masa mendatang. Menurutnya, masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi yang terbuka akan lebih aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan masukan terhadap kebijakan publik, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan nasional.
Ia meyakini bahwa keterlibatan masyarakat yang didukung oleh informasi yang transparan akan memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadi benteng dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Selain itu, Arman menilai keterbukaan informasi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan bangsa. Transparansi yang dijalankan secara konsisten akan mendorong tumbuhnya kepercayaan publik terhadap institusi negara, mengurangi potensi disinformasi, serta menciptakan ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
Fit and proper test yang digelar Komisi I DPR RI ini merupakan tahapan penting dalam proses pemilihan anggota Komisi Informasi Pusat periode mendatang. Melalui proses tersebut, DPR RI diharapkan dapat menetapkan figur-figur terbaik yang memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen kuat dalam mengawal implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Keikutsertaan Arman Fauzi dalam seleksi tingkat nasional menjadi momentum penting bagi Aceh untuk terus menunjukkan kontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat atas informasi publik.


















